Pernikahan belum lengkap tanpa kehadiran buah hati. Anak menjadi sebuah bukti bahwa sepasang suami istri sehat. Dalam post kali ini saya akan membagikan pengalaman saya selama hamil, melahirkan dan menjadi ibu baru tentunya.
Tanggal 16 November 2011 saya menikah dengan seorang pria pilihan saya sendiri dan telah disetujui orang tua tentunya. Pada saat menikah saya sedang datang bulan, kata orang-orang kalau menikah pas datang bulan biasanya langsung hamil. Padahal tidak demikian, buktinya saya tidak langsung hamil walaupun menikah pas datang bulan. Setelah menikah Allah tidak segera mempercayai kami untuk segera mempunyai momongan. 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan akhirnya 4 bulan. Sikecil tak juga kunjung menghuni rahim ini. Sampai kadang merasa kesal ketika mendapat pertanyaan "Sudah isi belum ?". Atau ketika suami mengajak berkunjung ke rumah saudara atau arisan keluarga. Karena sudah pasti pertanyaan itu akan dilontarkan kepada saya.
Bulan kelima pernikahan kami, saya terlambat datang bulan. Tapi hal itu biasa terjadi kepada saya, datang bulan sering terlambat bahkan sampai 1.5 bulan. Jadi saya tidak merasa aneh atau surprise dengan hal itu. Bagi saya terlambat datang bulan bukanlah pertanda kehamilan. Tapi suami saya justru yang menyadari kalau saya hamil. Dia merasa ada perubahan dengan pola makan saya. Memang waktu itu saya lebih sering merasa lapar. Dalam sehari bisa makan 5 kali. Sebenarnya saya sudah pasrah dengan keadaan, mulai berpikir santai dan tidak terlalu terpusat pada momongan. Tapi justri suami saya yang penasaran. Dan malam itu juga sepulang kerja dia membelikan test pack 3 buah. Ketika suami sedang keluar saya mencobanya... dan ternyata NEGATIF. Lagi-lagi harus dibuat kecewa oleh kenyatana pahit ini. Tapi ya sudahlah mungkin Allah belum berkehendak. Ingin menangis lagi sebenarnya, tapi sudahlah, air mata tidak akan merubah kenyataan. Saya berusaha menerima kepahitan ini dan tersenyum kembali.
Tak lama berselang suami kembali kerumah dan menanyakan apakah saya sudah melakukan tes atau belum dan menanyakan hasilnya. Dia terlihat begitu yakin dan antusias untuk segera mengetahui hasilnya. Dan saya pun bilang "NEGATIF". Ada sedikit kekecewaan di wajahnya. Saya sangat mengerti sebenarnya dia juga sangat mendambakan momongan tapi dia selalu menguatkan saya dengan mengatakan "Belum di percaya sama Allah..tenang saja.". Lalu suami menyuruh mengambil test pack yang saya pakai tadi. Ups!!! tapi ada perbedaan yang terjadi pada test pack tersebut.Ada dua buah garis merah tapi yang satu sangat tipis. Dalam hati sedikit berbunga melihatnya. Tapi saya tidak mau terlalu kecewa nantinya jika hasilnya negatif, saya setting perasaan untuk menghadapinya dengan biasa. Suami juga merasa senang tetapi masih belum 100 % karena belum yakin.
Keesokan harinya aku kerumah tante dan aku bawa ketiga test pack yang sudah terpakai itu. Ketiganya dengan garis merah yang samar. Tante berkata, agar say amenunggu beberapa hari lagi karena garis merah masih samar. Dalam hati saya sedikit kecewa, karena saya mengharapkan jawaban yang positif dari tante saya. Sore hari sepulang bekerja Suami membelikan test pack yang lebih mahal merk "Sensitif" yang sering ada di iklan TV. Karena produk ini mengklaim bisa memberikan hasil 7 hari setelah berhubungan. Dengan penuh harap saya mencoba lagi dan hasilnya sama garis merah masih samar tapi sedikit lebih jelas.
Melihat itu suami langsung mengajak periksa ke bidan dengan membawa hasil tes. Dan Alhamdulillah bidan itu mengatakan bahwa saya positif hamil 5 minggu. Terimakasih Ya Allah. Tak dapat dilukiskan lagi perasaan kami saat itu. Sebelumnya saya dan suami sempat akan memeriksakan diri apakah ada masalah dengan organ reproduksi atau tidak, atau hanya faktor kelelahan saja. Belum sempat menemui dokter Obgyn Allah telah mengabulkan doa kami. Jadi bagi para pasangan muda yang belum di karuanian momongan jangan menyerah, terus berusaha dan berdoa. Tidak cukup sampai disini perjuangan kami, masih ada 9 bulan 10 hari menjaga si kecil di dalam kandungan. Sharing di post berikutnya ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar