Selasa, 17 Juni 2014

Fisioterapi inhalasi aka uap

Dulu sempat bertanya-tanya, ketika ada anak tetangga yang batuk dan orang tuanya bilang bahwa anaknya harus di "uap". Uap? anaknya di asapi?  Istilah yang lebih keren untuk uap adalah fisioterapi inhalasi. Yaitu terapi untuk meringankan batuk dan pilek.

Beberapa waktu yang lalu Shafina batuk dan pilek. Aku bukan termasuk ibu yang suka berkunjung ke rumah sakit. Dimana anak sakit sedikit langsung rumah sakit. Aku berusaha seminimal mungkin agar Fina tidak terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan kimia. Kira-kira satu minggu batuk dan pileknya belum juga membaik. Saya dan suami langsung membawa Shafina ke rumah sakit Hermina Bekasi. Hasil dari konsultasi dokter, Fina harus di inhalasi atau di uap sebanyak 3 kali. 

Selesai membayar obat, kami bawa fina ke bagian fisioterapi. Bagi yang baru pertama kali melakukan terapi ini, kami di wajibkan membeli selang inhalasi harganya cukup terjangkau.

Gambar di atas adalah bentuk selang inhalasi. Kalau baca dari buku pasien obat untuk inhalasi adalah Na Cl dan ventolin. Proses inhalasi penuh melibatkan orang tua. perawat hanya menakar obat, memasang selang dan menghidupkan alat untuk inhalasinya. Selepas itu adalah tugas orang tua untuk membuat anak-anak kita merasa nyaman dengan terapi ini. 

Lima menit pertama, Fina masih duduk dengan manis dan masih berceloteh ini dan itu. Tetapi 5 menit berikutnya dia mulai merasa tidak nyaman dan mungkin juga bosan karena harus duduk dalam waktu 10 menit. Waktu yang cukup lama untuk berdiam diri bagi Fina yang petakilan dan tidak bisa diam. Selama lima menit terakhir itu dia berusaha melepas selang dan menangis sambil sesekali berteriak. Sebagai orang tua, mau tidak mau aku harus tega memegang selang uap dan menempelkan ke hidungnya agar tidak banyak asap yang terbuang.

Setelah inhalasi selama 10 menit, selanjutnya dada dan punggung bayi di oleskan balsam khusus untuk bayi dan anak-anak, sambil di tepuk-tepuk. Alhamdulillah setelah tiga kali inhalasi, batuk dan pileknya mereda.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar