Istilah peniru ulung memang sangat cocok digunakan untuk menyebut kebiasaan anak-anak atau balita yang gemar menirukan perkataan maupun perbuatan orang yang lebih tua darinya. Baik itu orang tua, paman, bibi, kakak, dan yang lainnya. Meskipun belum bisa bicara tetapi balita adalah jagonya dalam merekam pembicaraan maupun tingkah laku orang tuanya. Dan akan di praktekkan persis seperti apa yang kita lakukan dikemudian hari. Untuk itu mengapa kita sebagai orang tua harus memilih kata-kata dan bertindak yang baik. Jangan sampai keteledoran kita dalam memilih kata-kata akan ditiru olehnya.
Anak perempuan biasanya akan mengikuti kebiasaan ibunya berdandan, memakai bedak, lipstrik, dan lain-lain. Seperti juga putriku Shafina. Beberapa hari yang lalu kami mau menghadiri acara tasyakuran sunatan di rumah salah satu keluarga. Seperti biasanya saya memakai kerudung dan sedikit berdandan. Ia seperti tidak mau kalah, meminta saya mengambilkan kerudung segi empat di rak lemari. Kemudian dia pun mulai membuka lipatan kerudung itu dan memakai di kepalanya.Masa ini sebenarnya bisa menjadi saat yang baik untuk mengajarinya hal-hal yang baik. Seperti contohnya mengajarinya buang air kecil di kamar mandi, membuang sampah pada tempatnya dan hal-hal baik lainnya.
Sebaliknya jika kita salah mengajarinya atau tidak sengaja melakukan kesalahan, dia akan tetap mengikutinya. Pernah suatu ketika kami sedang pergi jalan-jalan. Ketika itu si ayah melihat ada kejanggalan di pinggir jalan. Ia pun mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya secara reflek. Tanpa menunggu lama si kecil langsung mengikuti perkataan ayahnya itu berulang-ulang, tentunya dengan pengucapan yang belum jelas. Tapi tetap saja ia bermaksud menirukan apa yang di katakan ayahnya. Buru-buru si ayah langsung meralat ucapannya dan si kecil pun mengikutinya.
Begitulah hebatnya anak-anak kita. Di tubuh kecilnya tersimpan kejutan-kejutan yang mungkin jauh dari pikiran kita. Dan ketika kita sudah mau menjadi orang tua, itu artinya kita harus konsisten terhadap konsekuensinya. Maksudnya adalah ketika kita menjadi orang tua ada beberapa hal yang harus kita tinggalkan atau ada beberapa hal yang harus kita ubah. Contohnya seperti kebiasaan mengucapkan kata-kata kasar sedikit demi sedikit harus diubah, jika kita tidak mau anak-anak kita akan mengikuti kita mengucapkan kata-kata itu. Dimana kata-kata seperti itu belum pantas diucapkan oleh balita, walaupun ketika sudah dewasa pun sebenarnya juga tidak pantas.
Mari kita jaga anak-anak kita dari hal-hal yang bisa berpengaruh buruk di kehidupannya dan sebagai orang tua terutama itu sudah menjadi tugasnya mendidik anak-anaknya dengan hal-hal yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar