Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Adat Istiadat Rasulan

Sudah 5 tahun ini saya tidak mengikuti RASULAN, acara rutin tahunan di kampung kami. Desa Ngunut, Kecatamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sebuah desa kecil di selatan kota Yogyakarta. Tidak ada hal istimewa di kampung kami, tidak ada lokasi wisata yang bisa dikunjungi hanya kampung biasa dengan rutinitas warganya yang mayoritas adalah petani. Petani yang mengandalkan musim penghujan saja.
Lalu Rasulan itu apa?

Rasulan atau disebut Bersih Desa. Hampir semua desa di Kabupaten Gunungkidul dan beberapa desa di kabupaten lain selalu mengadakan hajatan besar ini setiap tahunnya. Hari dan tanggal pelaksanaan acara ini berbeda untuk masing-masing kampung, kalaupun terjadi bersama itu kebetulan saja.

Jaman dulu rasulan selalu diidentikkan dengan hal-hal bertema klenik atau mistik. Misalnya saja salah satu agenda kegiatan rasulan adalah membuat sajen untuk pohon beringin besar di pinggiran desa dan kegiatan-kegiatan serupa. Tetapi seiring berjalannya waktu, rasulan yang diadakan sekarang lebih kepada pelestarian adat istiadat dan tradisi yang ada.
Sesajen

Masing-masing desa mempunyai cara tersendiri untuk merayakan rasulan ini. Misalnya dengan mengadakan pertandingan sepak bola antar kampung, bole voli, pagelaran wayang, Jathilan dan lain sebagainya. 
Sepak bola antar kampung

Dan uniknya hampir setiap kepala keluarga di kampung itu akan masak besar dan istimewa, seperti hajatan kecil-kecilan. Karena pada siang hari H rasulan itu, warga akan berkumpul di balai desa atau tempat yang telag ditentukan misalnya rumag pak Dukuh (kepala pedukuhan/sub area sebuah desa). Dari rumah masing-masing warga membawa makanan yang terdiri dari nasi, beserta lauk pauknya. Biasanya di bawa dengan Tenggok (wadah dari bahan bambu). 
Tenggok bambu

Selanjutnya akan di adakan acara di tempat itu dan diakhiri dengan berdoa bersama. Uniknya lagi, makanan yang di bawa warga dari rumah tersebut di kumpulkan menjadi satu dan kemudian di bagi-bagikan kepada yang datang menggunakan wadah-wadah dari daun kelapa. Jika dilihat sekilas, makanan yang dibagikan itu mungkin akan terlihat sedikit aneh, tapi jangan salah justru itulah yang menarik dan terasa lebih nikmat, nggak percaya, buktikan sendiri.
wadah dari daun kelapa sumber : http://jarwadi.wordpress.com

Salah satu tradisi rasulan yang sudah melekat adalah adanya kerabat keluarga atau teman yang datang kerumah warga untuk sekedar silaturahmi dan makan-makan. Mungkin hal ini dipandang akan merepotkan tuan rumah. memang benar hal tersebut akan sedikit merepotkan, tetapi hal ini sudah menjadi tradisi yang sulit untuk dihilangkan. Karena berkumpul dengan family jauh itu sangat menyenangkan tentunya.

Seperti di katakan sebelumnya bahwa masing-masing desa atau kampung mempunyai cara tersendiri untuk merayakannya. Salah satu contohnya adalah desa Ngunut. Euforia rasulan tidak hanya terjadi satu hari itu saja akan tetapi sudah terasa kurang lebih 1 minggu sebelumnya. Dimana masyarakat mengadakan berbagai macam kegiatan seperti pertandingan sepak bola, bersih-bersih masal, pengajian akbar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang seolah-olah menjadi kegiatan pembuka untuk menuju ke acara / kegiatan inti. Lalu yang tidak pernah absen dari perhelatan di desa ini adalah Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di balai desa pada malam hari pada hari H-nya. Menurut beberapa warga mereka menyatakan bahwa kurang afdol rasanya kalau rasulan tidak ada wayang kulit. Dan juga ada acara kirap yang dilakukan oleh para prajurit kraton Yogyakarta yang sengaja di undang, diikuti para staf desa dari Lurah sampai RT beserta para tokoh masyarakat lengkap dengan pakaian adat jawa.

Perhelatan besar ini tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Lalu dari mana biaya itu diperoleh? 
Biaya untuk acara tahunan ini diperoleh dari iuran seluruh kepala keluarga di desa, kecuali para janda dan warga yang dianggap tidak mampu. Iuran ini distentukan bersama pada saat rapat warga sehingga diharapkan tidak memberatkan warganya. Disamping itu, biasanya panitia acara mencari sponsor sehingga selain dapat memeriahkan acara juga dapat membantu pembiayaan acara tersebut.

Jika ingin mengikuti acara tersebut, memang agak susah karena tidak ada patokan tanggal pasti kapan acara akan dilaksanakan di masing-masing desa. Tanggal pelaksanaan ditentukan oleh rapat warga berdasarkan perhitungan jawa dan hari baik yang menjadi keyakinan bersama.
Tahun ini di desa Ngunut rasulan di laksanakan pada hari Senin, 20 Juni 2011. Bagi yang mau menyaksikan acara tersebut silakan saja, hari minggu-nya biasanya sudah ramai.

Sayangnya tidak ada gambar otentik perhelatan gambar tersebut. Mungkin setelah tanggal 20 Juni baru saya update gambarnya. Atau mungkin bagi teman-teman di Gunungkidul yang punya gambar agenda rasulan dapat dikirim ke email saya ekadu2003@yahoo.com. Tentunya fotonya akan ditampilkan sebagai referensi kemeriahan acara tersebut.


Minggu, 12 Desember 2010

Bahaya Virus komputer...

Dua tahun yang lalu ketika saya masih kuliah di Malang. Waktu itu liburan semester seperti biasa saya pulang kampung ke Jogja. Pagi-pagi sudah ada temennya ibu saya datang ke rumah. Urusan arisan mungkin. Begitu melihat saya ada dirumah, temen ibu saya itu langsung menyapa ramah, nanyain kabar, dan sebagainya.

Akhirnya sampai pada pembicaraan ibu itu ngomongin anak sulungnya yang masuk SMA kelas akselerasi. Ibu itu cerita dengan semangat, kalau setiap hari anaknya itu komunikasi di kelas menggunakan bahasa Inggris, wajib punya laptop dan keunggulan-keunggulan kelas akselerasi lainnya.

Ibu ini cerita waktu beli laptop merk Toshiba di sebuah pusat perbelanjaan di kota Jogja, lengkap dengan informasi harganya. Waktu itu saya hanya bisa berkomentar "Iya, memang standar harganya segitu.". Ibu itu masih terus lanjut bercerita. Apa yang dilakukan anaknya dengan laptop tersebut. Mulai dari browsing internet, main game, sampai belajar.

Tiba disuatu pembicaraan ibu ini menanyakan seputar virus komputer.

I : Ibu-ibu temennya ibu saya
S : Saya

I : Gini lho saya itu suka khawatir sama virus komputer. Koq sekarang kayaknya sudah tambah canggih gitu virusnya. (Dalam hati saya bilang, gile ni ibu-ibu rumah tangga. Melek teknologi juga. Tau tentang virus komputer.)



S : Iya bu, sekarang ini virus sudah semakin canggih. Kemaren temen saya di kampus harus rela datanya ilang semua gara-gara virus.
I : O ya? wah parah donk?berarti semua data kuliahnya selama ini juga ilang semua?
S: Iya bu, ilang semua.
I : Trus solusinya gimana donk kalau datanya ilang gitu ? 
(Saya semakin kagum dengan ibu ini. Bener-bener ngikuti perkembangan. Ngga seperti ibu-ibu rumah tangga pada umumnya yang biasanya nggak ngerti hal-hal kayak gitu). Lanjut pembicaraan...
S: Kemaren sih temen saya bilang mau di recovery bu, tapi saya belom tau apakah berhasil atau tidak.
I: Owh gitu...kalau recovery gitu gimana caranya ?
(beh...ibu ini emang keren. Rasa ingin taunya tinggi banget. Apa yang ingin dia tau langsung ditanyain dengan lugas, tegas, dan terpercaya...wew Lebay...)
S: Sudah ada software buat recovery gitu bu, jadi kita tinggal install software recovery-nya dan jalankan. Tunggu aja sampai prosesnya selesai.
I : Owh gitu...biasanya makan waktu berapa lama proses recovery ini?
S: Setau saya sih relatif bu, tergantung besar Harddisknya, kecepatan komputer itu sendiri dan faktor-faktor lain.
I : Owh...iya iya....(kata ibu itu sambil ngangguk-ngangguk, sepertinya ibu ini paham dengan sekilas yang saya sampaikan. Salut 100% untuk ibu ini.)
S: Memangnya laptopnya anak ibu kena Virus?
I : Wah saya kurang tau. kalau laptop anak saya kena, gimana ngatasinnya?
S : Yang jelas, harus ada antivirus bu. Itu bisa meminimalisir adanya virus. Selain itu antivirusnya harus update. 
I : Owh...gitu..antivirus itu semacam software juga ya?
S: Iya bu, jadi nanti antivirus ini di install di komputer, dan secara berkala harus di update.
I : Hmm.,..iya...sepertinya saya mulai ngerti. Soalnya saya khawatir sama kesehatan anak saya. Saya takut kalau virus komputer itu menular ke anak saya. Apalagi sekarang dia sering mengeluh sakit kepala kalau habis mainin laptopnya. Kamu ga kenapa2 selama ini pake komputer/laptop?

Saya hanya bisa bengong, diam seribu bahasa. Saya bingung mau jelasin seperti apa lagi. Ternyata anggapan saya salah tentang ibu ini. Ternyata ibu ini menganggap virus komputer itu bisa merusak kesehatan. Astaga naga...
Sumpah waktu itu saya mau ketawa ngakak, tapi saya tahan. Akhirnya saya jawab
S : Ya, yang penting antivirusnya update dan hati-hati aja. InsyaAllah virus ga begitu jadi masalah, jadi datanya nggak ilang deh. Maaf bu, saya harus segera pergi ada janji sama temen. Permisi...

Padahal saya nggak ada janji sama temen sama sekali. Saya cuma nggak mau pas ketawa keliatan sama ibu itu. Takut menyinggung perasaan..

Salut saya pada ibu itu jadi ga 100% lagi deh...fiuh...

Rabu, 24 November 2010

Promo Pond's berhadiah kalung berlian (bener ngga sih??)

Beberapa bulan yang lalu, Pond's mengadakan promo berhadiah kalung berlian. Siapa sih yang ngga mau kalung berlian? apalagi buat para cewek..Pertanyaannya sekarang, bener ngga sih promo itu. Kebanyakan orang malas untuk mengikuti program-program promo berhadiah seperti itu, karena memang banyak aksi penipuan di balik promo-promo seperti itu.
Sekitar bulan Juli 2010 lalu, saya berbelanja di sebuah Mall di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Sampai rumah, saya langsung membongkar belanjaan saya termasuk Produk Pond's yang saya beli. Seperti iklan di TV, di dalam produk itu ada kode unik yang harus dikirimkan melalui SMS jika kita ingin mengikuti promo tersebut. Tanpa banyak berharap dan karena keisengan semata, saya mengirim kode unik tersebut.

Sekitar 2 bulan kemudian (September beberapa hari setelah hari Raya Idul Fitri), ada telpon masuk ke Handphone saya yang mengatasnamakan Ponds. Intinya telpon tersebut memberitahukan bahwa saya termasuk kandidat pemenang kalung berlian tersebut, dan menanyakan Alamat tinggal dan tempat pembelian produk Ponds. Dari situ saya disuruh menunggu sampai ada pemberitahuan berikutnya. Bagi pemenang akan mendapatkan telpon dari Ponds. Lagi-lagi saya tidak terlalu berharap dengan promo itu.



Beberapa bulan yang lalu, Pond's mengadakan promo berhadiah kalung berlian. Siapa sih yang ngga mau kalung berlian? apalagi buat para cewek..Pertanyaannya sekarang, bener ngga sih promo itu. Kebanyakan orang malas untuk mengikuti program-program promo berhadiah seperti itu, karena memang banyak aksi penipuan di balik promo-promo seperti itu.
 
Sekitar bulan Juli 2010 lalu, saya berbelanja di sebuah Mall di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Sampai rumah, saya langsung membongkar belanjaan saya termasuk Produk Pond's yang saya beli. Seperti iklan di TV, di dalam produk itu ada kode unik yang harus dikirimkan melalui SMS jika kita ingin mengikuti promo tersebut. Tanpa banyak berharap dan karena keisengan semata, saya mengirim kode unik tersebut.

Sekitar 2 bulan kemudian (September beberapa hari setelah hari Raya Idul Fitri), ada telpon masuk ke Handphone saya yang mengatasnamakan Ponds. Intinya telpon tersebut memberitahukan bahwa saya termasuk kandidat pemenang kalung berlian tersebut, dan menanyakan Alamat tinggal dan tempat pembelian produk Ponds. Dari situ saya disuruh menunggu sampai ada pemberitahuan berikutnya. Bagi pemenang akan mendapatkan telpon dari Ponds. Lagi-lagi saya tidak terlalu berharap dengan promo itu.

Kemudian sekitar akhir Oktober 2010, ada pengumuman di tabloid Nova mengenai daftar pemenang 1000 kalung berlian itu. Saya termasuk di dalamnya. Karena penelpon pada bulan September mengatakan bahwa pemenang akan di hubungi via telpon, maka saya tidak mengambil langkah apapun (kecuali bersyukur tentunya...) setelah membaca pengumuman di tabloid tersebut. Setelah 2 minggu tidak terjadi apa-apa, akhirnya saya menelpon pihak Unilever dengan nomer telpon yang tertera di Tabloid tersebut. Menurut Customer Service, barang akan di kirim kepada pemenang, dan proses pengiriman memakan waktu minimal 1 bulan dari pengumuman di tabloid tersebut (berarti paling cepat akhir November).

Tepat pada hari Raya Idul Adha, datang sebuah surat pemberitahuan dari PT Misi Idea Selaras (maaf kalau salah...agak lupa..). Yang intinya memberitahukan bahwa pemenang harus membawa KTP, Surat pemberitahuan dari PT tersebut, dan Formulir pemenang yang dilampirkan dalam surat tersebut untuk mengambil hadiah tersebut pada hari kerja Senin-Jum'at pada jam 10.00-15.00 WIB.

Mungkin bagi para ibu rumah tangga sangat mungkin untuk mengambil pada jam-jam tersebut. Tetapi akan menjadi masalah jika pemenangnya adalah pekerja (karena saya bekerja). Pada hari dan jam tersebut mereka juga harus bekerja. Saya tidak tahu apakah bisa di wakilkan atau tidak. Dari situ, saya mencoba mengbuhungi PT tersebut. Saya menanyakan mengenai prosedur pengambilan dan waktu pemrosesan. Dan berikut adalah hasilnya:

1. KTP, Surat Pemberitahuan dan Formulir pemenang dapat dikirim via pos, dengan proses pengiriman barang 2-3 hari. Mengenai teknis pengiriman saya tidak menanyakan.
2. Sedangkan kalau kita datang langsung ke PT tersebut, kita langsung dapat mengambil hadiah/kalung-nya.
Saya memilih opsi nomer 2 yaitu datang langsung ke PT yang terletak di Jl penjernihan IV, no 5, Pejompongan tersebut (ambil cuti tentunya). Saya datang tepat pukul 13.20 WIB. Saya langsung diminta mengisi buku tamu yang ada di satpam, kemudian saya langsung di persilakan masuk keruangan yang telah disediakan.

Disitu saya bertanya kepada resepsionis, dengan mengatakan maksud kedatangan saya. Sesuai dengan yang tertera di surat pemberitahuan bahwa saya harus menyerahkan KTP, Surat Pemberitahuan, Formulir dan Nota Belanja+kode unik Ponds.

Tak berapa lama kemudian, saya mendapatkan hadiah berupa kalung berlian+sertifikatnya dan saya harus berfoto (sudah ada tukang fotonya) dengan kalung, sertifikat dan surat tanda terima.

Nah, jadi promo Unilever ini benar-benar ada dan hadiahnya nggak bohong.Yang paling penting, benar-benar tidak dipungut biaya apapun. Proses pengambilan secara langsung sangat mudah dan tidak berbelit-belit.

Tetapi saya belum tahu kalung itu seharga berapa. Karena kemaren pas saya telpon pihak F2 Jewelry tidak ada yang mengangkat. Kalau ada yang tau, boleh silakan di share..hehehe...

Update News :

seorang sahabat yang juga mendapatkan hadiah tersebut dan telah mengambilnya mengatakan bahwa, ketika menanyakan harganya di sebuah toko, benda tersebut hanya di tawar Rp 5000/gram.


browsing sana-sini di internet dapat info kira-kira kalung ini seharga 1 jutaan (belom diketahui berapa persen kebenarannya). 

Jadi bagaimana dengan teman-teman yang lain? Tertarik untuk tetap mengambil?

Selasa, 06 Juli 2010

Berbicara dengan Hati, Bukan Jari

Oleh: Sonny Wibisono *

"Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu. "
-- Eric Schmidt, CEO Google

ADIL jengkel betul dengan istrinya. Sepanjang liburan akhir pekan keduanya sepakat memilih beristirahat di rumah. Lima hari bekerja membuat mereka ingin melemaskan otot-otot. Sekaligus tentu saja mempererat tali cinta diantara mereka berdua. Maklum, mereka belum lagi genap dua tahun menikah. Buah hati yang menjadi dambaan mereka tak kunjung datang. Mungkin Yang Di Atas belum memberikan mereka kepercayaan. Begitu keduanya menghibur diri.

Tapi akhir pekan yang seharusnya indah justeru berubah menyebalkan. Seharian Anita, sang istri, hanya berada di kamar. Mungkin saja letih. Dia ingin istirahat penuh. Namun yang membuatnya jengkel, Anita terus menggenggam gadget kesayangannya. Anita kadang tertawa sendiri. Sampai kadang dia tak ingin jauh dari colokan listriknya. Gadget kesayangannya itu sering kehilangan tenaga, sehingga terpaksa harus dicharge.

Adil geleng-geleng kepala. Namun Anita cuek bebek. Katanya, dia sedang asyik mengobrol dengan teman yang lama tak dijumpainya. Bertemu di jejaring sosial facebook, mereka kemudian bertukar nomor PIN. Lalu itulah yang terjadi, mereka mengobrol ngalor-ngidul sesuka hati. Adil pun memilih untuk keluar rumah dan mengobrol dengan tetangga.

Ponsel cerdas itu menjadi booming di dunia, termasuk Indonesia. Apalagi setelah beberapa tokoh dunia dan seleb memakainya juga. Kelebihan menggunakan gadget ini dibandingkan dengan ponsel biasa memang beragam, misalnya saja layanan push mail, menerima dan membalas email yang masuk pada saat itu juga. Atau mengambil foto dan mengirimkannya ke handai taulan di luar negeri dalam sekejap. Lalu ada pula fasilitas chatting, browsing, hingga fasilitas online berbagai situs jejaring sosial. Kedekatan seseorang di dunia maya seakan-akan tidak lagi terpisahkan oleh ruang dan waktu. Tak aneh bila kemudian muncul istilah, 'mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.'

Namun memakai gadget ini bukan tak ada kekurangannya sama sekali. Contohnya, ya itu, interaksi antara Adil dan Anita menjadi tak nyaman. Ketika seseorang berasyik masyuk dengan dirinya dan dunianya sendiri, serta tidak memperdulikan lingkungan sekitar, apalagi menjadikannya sebagai ketergantungan yang sangat, maka menurut anak zaman sekarang dikatakan terkena 'gejala autis'. Tapi bukankah merujuk peribahasa, 'man behind the gun', bahwa baik-buruknya penggunaan teknologi tergantung si pemakainya? Betul. Bila pemakainya memakai dengan bijak, tentu tak masalah. Sebaliknya pun demikian.

Tapi nyatanya memang, menurut penelitian, ketergantungan akan gadget menyebabkan seseorang menjadi tak fokus. Bahkan para uskup senior di Liverpool, Inggris menantang umatnya untuk berpuasa teknologi selama 40 hari. Mereka mendorong masing-masing orang untuk memangkas penggunaan karbon dengan tidak memakai sejumlah gadget. Tingkat ketergantungan pemakai gadget memang sungguh luar biasa. Hingga muncul istilah, 'it is heaven for business owners, but hell for employees'.

Gadget dibuat dengan tujuan membantu si pemakainya. Untuk menjadikan urusan berjalan dengan efektif dan efisien. Ambil satu contoh, misalnya saja ketika diadakan rapat penting. Saat dalam rapat membutuhkan komunikasi rahasia di antara peserta rapat, tentu saja cara yang cerdas dengan menggunakan gadget yang tersedia.

Tetapi pada kenyataannya, yang kerap kita jumpai, teknologi yang awalnya dirancang untuk membantu kehidupan manusia, malah justeru membuat kita semakin menjauh satu dengan lainnya. Menjauh dari orang-orang yang kita kasihi, dan menjauh pula dari Tuhan yang sesungguhnya dekat dengan kita.

Dengarlah apa yang dikatakan Eric Schmidt, CEO Google, dalam pidatonya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 18 Mei 2009 lalu dihadapan enam ribu wisudawan. Schmidt berujar, "Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu. " Schmidt mengatakan demikian setelah melihat banyaknya kaum muda yang hanya terpaku pada dunia virtual di internet. Seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain.

Itulah yang dirasakan Adil sekarang. Ia merasa jauh sekali dari istrinya. Adil sesungguhnya tak menuntut lebih dari Anita. Adil hanya ingin Anita menghentikan sekali saja pada saat mereka berada di rumah. Apalagi disaat-saat mereka sedang berdua atau liburan. Baginya komunikasi yang baik bukan lagi semata dengan jari-jari, walau teknologi sudah maju. Berbicara dengan tatap muka, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh tentu lebih memanusiakan diri.

Kita seharusnya memang dapat berhenti sejenak dari kegaduhan dunia virtual dan kembali pada 'habitatnya' sebagai makhluk sosial.

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009 

Sabtu, 13 Maret 2010

Tanda Kebesaran Allah - Sungai Bawah Laut



“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.